Jumat, 17 April 2015

Shutter Speed dan Aperture

Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F kecil dan dengan satuan sebagai berikut:

f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...


Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0, f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).



Gambar Aperture pada lensa

Berbagai Macam-macam lensa Kamer DSLR


  • Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
  • Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa TeleLensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

Lensa Kamera DSLR

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa  biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa  jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.


PANJANG LENSA

Panjang lensa  biasa disebut Focal Length

Panjang lensa mempengaruhi:
a. JARAK pemotretan
b. SUDUT pandang
c. PEMBESARAN
d. FASILITAS BUKAAN DIAFRAGMA

Lensa Khusus:
a. Lensa Makro (biasa disebut Macro Lens)
b. Penambahan panjang lensa (biasa disebut Tele Converter atau Extender)
c. Lensa pengoreksian perspektif pada subjek
d. Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)

Dunia Fotografi

A. Fotografi

Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya tidak akan ada hasil foto).


B. Kamera SLR

Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa.   Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa  karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa .

Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).

C. Lensa

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa  biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa  jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

Kamis, 16 April 2015

Nilai-nilai Keislaman Diharapkan Bisa Diimplementasikan dalam Proses Perkuliahan

Image
Salah satu yang menjadi keunggulan rencana strategis Universitas Islam Indonesia (UII) pada periode ini adalah keunggulan nilai-nilai keislaman, aspek inilah yang kemudian dikembangkan dalam berbagai implementasi nyata sebagai pedoman dalam rangka mencapai visi UII menjadi rahmatan lil alamin.
Implementasi kegiatan-kegiatan untuk mendukung upaya tersebut selama ini dilakukan oleh Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII melalui Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI), Latihan Kepemimpinan Islam Dasar (LKID), Pesantrenisasi, Pesantrenisasi Pra-KKN, Baca Tulis Al-Qur’an (BTAQ), Seminar Keislaman dan lain-lain.
Selain kegiatan-kegiatan diatas, dalam rangka implementasi keunggulan nilai-nilai Keislaman, hari ini (15/4) DPPAI UII juga menyelenggarakan acara “Diskusi Internalisasi Nilai-nilai Keislaman dalam Proses Pembelajaran” bertempat di Ruang sidang II Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII.
Tampak hadir dalam acara diskusi tersebut Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Dekan FMIPA Drs. Alwar, M.Sc., Ph.D., dan mewakili Direktur DPPAI Jamaluddin Ghofur, SH., MH., dan mengundang pemateri yaitu Rudy Syah Putra S.Si., M.Si., Ph.D., dan dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S.
Harsoyo menyampaikan harapannya terhadap dosen-dosen agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai Keislaman dengan baik, termasuk juga dalam proses perkuliahan dengan mahasiswa, paling tidak disetiap pertemuan perlu disisipkan nilai-nilai mengenai kejujuran, integritas, dan amanah.
Ditambahkan oleh Alwar bahwa selama ini pihaknya juga berupaya untuk mengimplementasikan muatan-muatan Keislaman yang terintegrasi dengan kurikulum,  dan tidak hanya sebatas pada proses pembelajarannya saja.
Kemudian diskusi dilanjutkan dengan pemaparan dari pemateri yang masing-masing menjelaskan proses pembelajaran yang memuat nilai-nilai Islam dan pengelaman implementasi tersebut di Fakultas Kedokteran UII.

Tim UII Lawan Tim PWI Meriahkan Liga Super UII

Image
Setelah sebelumnya berjumpa di pertandingan futsal UII, Tim UII yang terdiri dari dosen dan karyawan kembali dipertemukan dengan Tim PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dalam even pertandingan berbeda. Kali ini kedua tim bertemu dan berlaga dalam gelaran Liga Super UII yang berlangsung di lapangan kampus terpadu UII, Kamis sore (16/4). Pertandingan ini dilangsungkan guna memeriahkan Liga Super UII yang telah dimulai sejak 9 April 2015 serta menyemarakkan Milad UII ke-72. Pertandingan juga semakin mempererat silaturrahmi di antara UII dan PWI yang telah lama terjalin.
Jika pada pertandingan futsal, tim UII mampu tampil lebih unggul, pada pertandingan di lapangan besar tim PWI ternyata mampu menunjukkan performa yang lebih baik. Pertandingan ini diakhiri dengan keunggulan tim PWI yang berhasil menyarangkan 3 gol ke sarang gawang tim UII. Sementara tim UII harus berpuas diri hanya dengan membalas 1 gol ke gawang tim PWI.    
Jalannya pertandingan berlangsung menarik di mana kedua tim berupaya saling serang ketika memiliki kesempatan. Tim PWI lebih dulu unggul di awal pertandingan dengan satu gol. Tidak lama berselang, tim PWI kembali menggandakan keunggulan menjelang berakhirnya babak pertama. Total dua gol disarangkan ke gawang tim UII hingga berakhirnya babak pertama.
Sementara pada babak kedua, tim UII sebenarnya juga berusaha menciptakan peluang-peluang namun sayangnya selalu kandas. Justru karena asyik menyerang, tim UII kembali kebobolan oleh aksi serangan balik tim PWI. Menjelang berakhirnya babak kedua barulah peluang tim UII berbuah gol yang dicetak oleh Hairul Muslimna. Di akhir pertandingan, kedudukan 3-1 tetap bertahan sehingga tim PWI unggul. Gol tim PWI masing-masing dicetak oleh Agung Basuki, Yayan, dan Heri Timbul.

Dokter Diminta Kedepankan Aspek Promotif dan Preventif dalam Pelayanan Kesehatan

ImageMenjelang diimplementasikannya secara penuh era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemerintah menargetkan keluhan kesehatan masyarakat sebagian besar dapat diselesaikan di tingkat primer. Hal ini bertujuan agar pelayanan kesehatan dapat bersifat lebih merata dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk menunjang keberhasilan program tersebut, peran dokter yang menyediakan pelayanan kesehatan primer dinilai akan semakin penting. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, dokter juga diharapkan dapat mengedepankan aspek promotif dan preventif sehingga beban anggaran kesehatan kuratif pun dapat semakin mengecil.  
Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH ketika menyampaikan sambutan dalam acara Pelantikan dan Sumpah Dokter UII Periode XXVIII Tahun 2015. Acara yang berlangsung di Auditorium Kahar Muzakkir, kampus terpadu UII, Rabu (15/4) diikuti oleh 29 dokter baru UII. Sebagian besar dokter yang mengikuti prosesi sumpah adalah dokter perempuan dengan jumlah 19 orang, sedangkan 10 orang lainnya merupakan dokter laki-laki. Hal ini semakin menguatkan tradisi di mana pada setiap prosesi pengambilan sumpah, jumlah dokter perempuan selalu lebih dominan.
Disampaikan Dr. Abdul Jamil bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan primer di masyarakat sebenarnya cukup mendesak. “Jika kita mengacu pada fakta bahwa dari 1.000 populasi di masyarakat Indonesia, 750 populasi orang dewasa melaporkan pernah mengalami kesakitan, sementara hanya 250 yang memenuhi layanan kesehatan yang memadai”, imbuhnya. Ia juga berpesan, eksistensi para dokter sejatinya tidak sekedar mengobati pasien namun juga memberi edukasi kepada masyarakat tentang gaya hidup sehat.
Sementara itu, Bendahara IDI Wilayah DIY dr. Siti Aisyah Salam, SU, M.Kes menambahkan agar para dokter baru hendaknya terus mengasah kompetensinya agar tidak gagap dalam menghadapi dinamika dan tantangan profesi ke depan. “Dalam waktu dekat kita akan masuk era pasar bebas ASEAN, belum lagi program pemerintah dalam skema JKN juga menuntut peran dokter yang optimal”, terangnya.
 Pelayanan kedokteran yang dijalankan di era ini adalah pelayanan kesehatan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat sehingga dokter harus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak-pihak lain yang terlibat dalam program ini.
Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK juga mengingatkan pentingnya para dokter baru untuk pandai-pandai menjalin komunikasi dengan pasien dan keluarganya. “Komunikasi adalah kunci penting untuk membentengi saudara dari risiko kesalahpahaman yang berujung pada tuduhan malpraktik. Sampaikan dengan benar dan jujur tentang kondisi pasien serta penanganan medis apa yang akan diambil beserta risikonya”, ungkap dr. Linda.
Ia yakin keberadaan para dokter baru UII ini akan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat karena selama ini mereka memang dididik untuk mengemban misi rahmatan lil alamin.

Kamis, 26 Februari 2015

Diafragma (en:diaphragm) adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu.

Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang (disebut tingkap) (en:aperture) dimana cahaya akan lewat. Tingkap akan mengembang dan menyempit persis pupil di mata manusia. (wikipedia)

Biasanya saya menggunakan metode diafragma untuk pengambilan gambar dengan mengecilkan memperbesar diafragma F/1.4, F/1.8, F/2, dst. Semakin kecil angka di belakang huruf F,semakin besar bukaan diafragmanya.

Kesimpulan

  • Diafragma
    Semakin besar bukaan diafragma semakin banyak cahaya yang masuk. DOF/ruang ketajaman semakin tipis.
    Semakin kecil bukaan diafragma semakin sedikit cahaya yang masuk. DOF/ruang ketajaman semakin luas.
  • Shutterspeed
    Semakin lambat shutterspeed semakin banyak cahaya yang masuk.
    Semakin cepat shutterspeed semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin cepat kemampuan kamera menangkap objek.
  • ISO
    Semakin rendah ISO semakin sedikit cahaya yang masuk.
    Semakin tinggi ISO semakin banyak cahaya yang masuk. Semakin sensitif sensor menangkap cahaya namun semakin banyak noise yang keluar dalam foto. ISO tinggi hanya digunakan ketika kita dalam kondisi kamera kekurangan cahaya, misalnya malam hari

Pengertian Shuitter Speed

Kecepatan rana (tangkapan kamera) adalah di mana sisi lain dari keajaiban terjadi - itu bertanggung jawab untuk menciptakan efek dramatis dengan baik tindakan pembekuan atau mengaburkan gerak. Pada artikel ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan semua yang saya tahu tentang kecepatan rana (tangkapan kamera)dalam bahasa yang sangat sederhana.

Shutter speed, juga dikenal sebagai "waktu tangkapan kamera", singkatan dari lamanya waktu shutter kamera terbuka untuk mengekspos cahaya ke sensor kamera. Jika kecepatan rana cepat, dapat membantu untuk membekukan tindakan sepenuhnya, seperti yang terlihat pada foto di atas dari lumba-lumba.

Jika kecepatan rana lambat, dapat menciptakan efek yang disebut "motion blur", di mana benda bergerak tampak kabur sepanjang arah gerak. Efek ini digunakan cukup sedikit dalam iklan mobil dan sepeda motor, di mana rasa kecepatan dan gerak dikomunikasikan kepada pemirsa dengan sengaja mengaburkan roda bergerak.

Biasanya saya menggunakan shutter speed untuk mengkolaborasikan cahaya dengan suatu objek dengan istilah lighting painting.

Pengertian ISo

Dalam istilah yang sangat dasar, ISO adalah tingkat sensitivitas kamera terhadap cahaya yang tersedia. Semakin rendah angka ISO, semakin kurang sensitif itu adalah untuk cahaya, sementara sejumlah ISO yang lebih tinggi meningkatkan sensitivitas kamera Anda. Komponen dalam kamera Anda yang dapat mengubah sensitivitas disebut "sensor gambar" atau hanya "sensor".

Ini adalah yang paling penting (dan paling mahal) bagian dari kamera dan bertugas untuk mengumpulkan cahaya dan mengubahnya menjadi gambar.

Dengan meningkatkan sensitivitas, sensor kamera dapat menangkap gambar dalam lingkungan cahaya rendah tanpa harus menggunakan flash. Tapi sensitivitas yang lebih tinggi akan membuat foto menjadi bintik-bintik atau "noise" untuk gambar.

Jadi jika anda menggunakan ISO yang lebih tinggi akan membuat foto anda tampak bintik-bintik, anda dapat menggunakan ISO rendah pada intensitas cahaya yang tinggi. Jika anda menggunakan ISO yang lebih rendah "noise" akan tidak terdeteksi atau tidak tertangkap oleh kamera.

Teknik zooming pada fotografi


Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.

Untuk mendapatkan kesan gerak, Anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian lain.

Efek zooming terbaik akan diperoleh jika background memiliki kontras dan warna yang bervariasi. Besarnya efek zooming yang diperoleh tergantung pada berapa cepat gerakan tangan Anda mengubah fokus pada saat eksposure. Teknik Foto Portrait ini dapat digunakan baik pada siang hari atau pada malam hari/kondisi pencahayaan kurang. Jika pemotretan dilakukan malam hari, Anda dapat memakai waktu pencahayaan lama dan akan memperoleh efek lampu yang membentuk garis-garis panjang cahaya.

Pentingnya Peningkatan Daya Saing Penelitian dalam Menghadapi MEA

ImagePenerapan kerjasama regional kawasan Asia Tenggara, yang sering dikenal dengan sebutan ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), mengharuskan masing-masing negara yang tergabung didalamnya mempersiakan diri untuk bersaing satu sama lain. Pasalnya, penerapan MEA memiliki implikasi pada pembukaan pasar bebas dalam bidang perdagangan barang dan jasa, industri manufaktur, ketenagakerjaan, dll.
Peningkatan daya saing yang paling penting menurut pengamat ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yuli Andriansyah adalah penelitian dan pengembangan sumberdaya manusia. Hal tersebut diungkapkan oleh yang bersangkutan ketika memberikan pendapatnya terkait dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA.
“Karenanya meningkatkan daya saing menjadi kata kunci dalam upaya memaksimalkan keterlibatan Indonesa dalam MEA. Tujuannya tentu saja adalah agar jangan sampai MEA menjadikan penduduk Indonesia sebatas penonton di pinggir lapangan ekonomi kawasan. Salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R & D)”, ungkapnya.
Lebih lanjut pihaknya juga menggambarkan data yang dilansir oleh Scimago Journal Ranking terkait dengan posisi penelitian di Indonesia dibanding negara lain di ASEAN.  Perbandingan penelitian yang dipublikasikan pada jurnal atau seminar terindeks Scopus antara sejumlah negara ASEAN menunjukkan masih lemahnya daya saing peneliti Indonesia. Scopus sendiri merupakan database karya ilmiah bereputasi internasional yang merupakan salah satu rujukan dunia akademik.
Berdasarkan data tersebut, pada awal tahun 1996 posisi penelitian Indonesia hampir sejajar dengan negara lain di ASEAN, namun pada akhir 2013 lalu, Indonesia hanya bisa menempati posisi keempat dibawah Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia baru mampu menghasilkan sekitar seperlima dibandingkan Malaysia, seperempat dari Singapura dan setengah dari yang dihasilkan oleh Thailand.
“Mengapa Indonesia sedemikian tertinggal dibandingkan negara tetangga? Salah satu alasan yang sering digunakan adalah kurangnya sinergi kelembagaan untuk mengakomodasi sumber daya berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah baru yang saat ini telah menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dalam satu kementrian, bisa menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengejar ketertinggalan penelitian ini”, pungkasnya.

Pelajari Cara Kembalikan Kualitas Air, 2 Mahasiswa UII Dikirim ke Jepang

Image
Pencemaran air telah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu, namun kondisi tersebut belum mendapatkan perhatian yang cukup baik dari pemerintah maupun masyarakat secara umum. padahal semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan air bersih maka pencemaran air tersebut menjadi hal serius karena membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat, terlebih lagi dengan semakin berkurangnya persedian air bersih.
Pencemaran yang banyak terjadi hingga saat ini adalah di antaranya yang disebabkan limbah industri. Banyak pabrik yang membuang limbah ke perairan yang menyebabkan banyak masalah yang berhubungan dengan kesehatan, masyarakat semakin sulit mendapatkan akses air bersih. Pencemaran sungai terjadi karena perubahan kualitas air sungai karena masuknya limbah pabrik secara berlebihan. Sedangkan teknologi untuk mengembalikan kualitas air membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Sebagai upaya meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kualitas air, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan                                                                     (FTSP) UII  mengirim 2 mahasiswanya ke Jepang guna mempelajari bagaimana cara mengembalikan kualitas air dengan adsorben dari limbah industri. Kedua mahasiswa tersebut ialah Adam Ikhya Alfarokhi mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Angkatan 2012 dan Anandhitya Rheza Adrian mahasiswa Teknik Lingkungan Angkatan 2011. Dijadwalkan mereka akan berada di Jepang selama tiga minggu dibawah pengawasan Profesor dari Hokkaido University, Jepang.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari MoA yang dimiliki antara FTSP Universitas Islam Indonesia dengan Graduate School of Environmental Science, Hokkaido University. Setiap tahun mahasiswa FTSP UII dikirim untuk menimba ilmu dari pakar-pakar yang ada di Jepang khususnya Hokkaido University.
Dekan FTSP UII Dr. –Ing. Widodo Brontowiyono, M.Sc.,menyampaikan bahwa pengirimam mahasiswa ke Jepang kali ini agar dapat mempelajari bagaimana mengembalikan kualitas air akibat limbah industry dengan biaya yang lebih murah dengan adsorben limbah industri. “Treatment teknologi saat ini sangat mahal, nah mereka ini kesana untuk meneliti bagaimana agar bisa low cost treatment untuk memperbaiki kualitas air yang saat ini sudah sedemikian parah” Ujar Dr, Widodo
Wakil Rektor III UII Dr. Abdul Jamil, SH.,MH.,mengapresiasi program yang diikuti oleh dua mahasiswa FTSP tersebut dan berharap nama baik UII dapat terus di jaga selama mereka berada di Jepang. “Terima kasih atas program-program ini, kami siap mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa karena kami adalah pelayan mahasiswa. Saat ini memang yang paling banyak melakukan program-program semacam ini adalah FTSP dan FTI. Namun kami berharap ke depannya bisa lebih merata ke semua fakultas”. Ujar Dr. Jamil

10 Tips Agar Pocket


  1. Kalau anda menggunakan kamera pocket yang cukup canggih, biasanya disitu ada mode aperture priority, gunakan mode ini. Jika dikamera pocket anda tidak ada mode aperture priority, gunakan mode “Portrait” atau “Macro”.
  2. Natikan flash
  3. Idealnya carilah lokasi dengan cahaya yang cukup terang, outdoor adalah pilihan yang bagus. Kalau terpaksa harus memotret inddor, carilah ruangan dengan banyak jendela dimana cahaya cukup melimpah. Kalau cahaya memang tidak mencukupi pakailah tripod.
  4. Cari subyek foto yang cukup kecil dan memiliki tekstur atau kontras yang cukup sehingga kamera gampang mengunci fokus.
  5. Buat subyek terpisah dari background-nya. Sebagai contoh, saat anda memotret sebuah gelas diatas meja, pastikan obyek lain dibelakang gelas tersebut terpisah agak jauh. Jika jarak background kurang jauh, maka semua akan terlihat tajam difoto sehingga anda tidak menghasilkan bokeh.
  6. Agar bokeh maksimum, carilah background yang memiliki pola mencolok atau memiliki pantulan, misal kaca atau logam. Ini agar bokeh di foto terlihat lebih manis.
  7. Pegang kamera pocket anda sedekat mungkin dengan subyek utama yang anda ingin terlihat tajam.
  8. Kunci fokus pada subyek tersebut, pencet tombol shutter separuh
  9. Ambil foto dan periksa hasilnya di layar LCD, pastikan subyek utama terlihat tajam sementara backgroundnya tampak blur.
  10. Kalau kamera pocket anda memiliki optical zoom, gunakan zoom maksimal. Perhatikan, hanya optical zoom bukan digital zoom.

Rabu, 25 Februari 2015

Tips Fotografi


Beberapa teknik yang dapat diterapkan agar mendapat mood yang kuat pada foto:

1. Menggunakan F/Diafragma besar
Objek yang difoto akan sangat tajam dan tentunya background menjadi out of focus. Nah dari background tersebutlah bisa dibentuk sebuah mood, karena kita tidak mengerti apa latar dari foto tersebut dan imajinasi lah yang bermain disini. Momen terbaik adalah saat backround lebih gelap daripada objek, shadow lebih menonjol daripada available light



2. Low light
Siapa bilang foto low light adalah foto yang gagal ? Low light adalah salah satu teknik pada mood photography. Untuk menangkap objek yang diam, anda dapat menggunakan tripod untuk menghindari shake pada kamera. Sedangkan objek yang bergerak, maka gunakanlah iso yang tinggi. Anda pasti berfikir iso yang tinggi pasti menghasilkan noise. Noise inilah yang menjadi salah satu penguat mood pada foto, seperti grainy di kamera film tua.



3. Color Temperature
White balance sangat mempengaruhi mood seseorang saat menafsirkan suatu foto.



4. Backlight
Teknik backlight sangat disarankan pada pagi hari jam 6-8 dan sore hari 4-6. Karena available light pada jam tersebut sangat lembut dan mudah untuk mengatur angle motret. Foto backlight pastinya sudah tidak asing lagi bagi anda, contohny identik dengan objek manusia di padang ilalang dll.



5. Black and White
Inilah teknik paling umum dan dapat membuat foto menjadi extra moody. Teknik merubah warna menjadi hitam putih pun sangat banyak, sesuai selera anda. Saya sendiri menyukai foto bw dengan soft contrast dan low light. Contoh lainnya warna creamy, sepia, vintage, cross process, dll.

Dr. Ni’matul Huda : Di Indonesia Sekarang Tidak Ada Wasitnya

ImagePusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Tinjauan terhadap Ketetapan MPRS/MPR Menurut Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003 di Jogjakarta Plaza Hotel, Gejayan, Rabu (25/2). FGD difokuskan pada permasalahan terkait dengan korelasi antara Ketentuan Pasal 4 Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003 dengan Pasal 7 (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.
Wakil Rektor I Dr. –Ing. Ilya Fadjar Maharika, M.A.,IAI., dalam sambutannya menyambut gembira atas terselenggaranya FGD tersebut, ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam kemajuan Negara Indonesia. Pemimpin-pemimpin yang dapat mengatur negara dengan akhlak dan perilaku yang baik diharapkan lahir dari perguruan tinggi, khususnya UII. “Peran perguruan tinggi di antaranya adalah memproduksi manusia atau lulusan yang unggul, yang memiliki akhlak yang baik”.  Papar Dr. Ilya.
Dr. Ilya melanjutkan, “Dengan adanya kolaborasi semacam ini juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam memproduksi pengetahuan. FGD ini diikuti oleh peserta yang rata-rata sudah bergelar doktor, sehingga diharapkan akan muncul gagasan-gagasan hebat untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan.” Sebagaimana diketahui bahwa FGD tersebut diikuti oleh sekitar 20 pakar hukum yang ada di UII, dan masing-masing telah menyampaikan berbagai gagasan terkait penguatan kembali MPR RI.
Dr. Ni’matul Huda, S.H.,M.Hum., yang merupakan salah satu pemateri dalam FGD menilai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Perundang-undangan yang tidak mengatur lebih lanjut secara terperinci mengenai ketetapan MPR yang diatur dalam ketentutan Pasal 4 Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003 telah menimbulkan konsekuensi tidak diketahuinya materi muatan serta prosedur pembentukannya dalam pembentukan ketetapan MPR, sehingga perlu untuk dikaji mengenai materi muatan apa yang seharusnya tetap menjadi materi muatan Ketetapan MPR, dan materi muatan mana yang menjadi materi muatan Undang-Undang.
Sebagaimana diketahui bahwa saat ini MPR RI setingkat dengan lembaga negara lainnya, padahal menurut Dr. Ni’mah seharusnya MPR RI levelnya paling tinggi sehingga dapat menjadi wasit. “MPR sederajat itu adalah kekeliruan. Saat ini di Indonesia seolah-olah tidak ada wasitnya, karena MPR levelnya sama dengan Lembaga Negara yang lainny, bahkan terkesan ada persaingan antara MPR dan DPR”. Ujar Dosen Hukum tata Negara FH UII tersebut.
Oleh karena itu, perlu adanya upaya penguatan kembali pada aspek kelembagaan dan juga legal standing produk hukum MPR. Dalam rangka hal tersebut, UII telah menyiapkan langkah-langkah untuk menguatkan kembali MPR RI, hasil dari FGD juga diharapkan dapat menjadi argumentasi dalam amandemen konstitusi “Perlu ada wasit kembali, MPR seharusnya levelnya paling tinggi, sehingga MPR bisa menjadi tempat rakyat untuk meminta pertanggungjawaban.” Tegas Dr. Ni’mah.

Tips Foto Malam Hari

1 : Gunakan file berkualitas bagus

   Jika kalian menginginkan foto malam yang terbaik hendaknya gunakan kualitas gambar yang paling bagus, dan itu berarti dalam format RAW. Dengan menggunakan format RAW, foto kalian akan memiliki ‘informasi’ yang jauh lebih lengkap, dan itu akan memberikan batasan yang lebih luas dalam hal proses pasca pemotretan menggunakan Adobe Camera RAW atau Perangkat lunak pemroses RAW yang lain. RAW memiliki banyak sekali keuntungan ketika digunakan dalam pemotretan malam hari, karena akan memberikan fleksibilitas lebih ketika Sobat ingin merubah atau editting temperatur warna atau meningkatkan serta menurunkan tingkat exposure foto tersebut.

2 : Gunakan Tripod untuk hasil foto lebih tajam

  Memotret di malam hari pastinya berarti akan ada sedikit cahaya dan akan menghasilkanshutter speed lambat, mungkin sekitar 1-30 detik, dan percayalah dengan kecepatan shutter seperti itu akan sulit untuk menghasilkan foto yang bagus dengan hanya memegang kamera tanpa alat bantu. Sobat pasti butuh untuk meletakkan kamera digital pada tripod yang kokoh untuk menghasilkan foto yang tajam. Pastikan tripod kalian diatur dengan pas dan berada diatas bahan yang kuat serta solid. Sering sekali dalam nighti-photography Sobat berakhir pada hasil foto-foto yang tidak tajam, untuk menghindari hal ini, gantung tas kamera kalian di pengait yang berada di bawah tripod (kebanyakan memilikinya). Jangan berpegangan pada tripod ketika memotret, karena sedikit saja getaran pada saat memotret dengan menggunakan shutter-speed lambat akan menghasilkan blur yang tidak kalian inginkan.

3 : Pengaturan untuk Night-Photography

    Memotret dengan mode ‘Manual’ merupakan cara terbaik dalam mengendalikan exposure, kalian bisa memilih aperture kecil paling bagus serta shutter speed lambat untuk night-photography. Mulailah dengan mencari komposisi dan fokus pada jepretan kalian, atur ke aperture atau bukaan kecil sekitar f/16, kemudian atur juga shutter speed yang pas hingga tanda tingkat exposure yang ada di kamera kalian berada di tengah (Exposure Level Indicator). Ambillah beberapa foto dan lakukan review di LCD kamera kalian, tetapi harus diingat bahwa itu adalah exposure yang dianggap tepat oleh kamera, tetapi jika foto kalian terlihat terlalu terang, maka cobalah untuk underexpose sebanyak 1-2 stop sehingga foto tersebut tampak lebih gelap.

4 : Komposisi di malam hari

    Berhati-hatilah mempelajari apa yang ditampilkan di live-view sebelum memotret. Apakah sebagian dari frame tersebut gelap? Apakah area yang dipotret lebih menarik dengan bagian sedikit gelap? terkena cahaya terang atau kaya warna dalam kegelapan? jika demikian, jangan takut untuk zoom-ing ke area photogenic tersebut. zoom menggunakan lensa wide-angle  atau zoom menggunakan kaki kalian, mendekatlah ke subyek foto tersebut.

Tips Foto dengan Android

1. PEGANG SMARTPHONE DENGAN KUAT UNTUK MENGHINDARI GETARAN

Teknik memotret yang paling utama terletak pada cara Anda memegang 'senjata'. Posisikan kaki Anda dengan tegap, buat diri senyaman mungkin.

Dalam hal memegang smartphone dengan kuat (dalam arti tegap tidak bergerak) pengaturan nafas sangat diperlukan. Syukur-syukur bila Anda memiliki tripod khusus smartphone.

2. GUNAKAN FITUR NIGHT MODE UNTUK HASIL YANG BAIK

Fitur Night Mode ada di setiap kamera Android. Fitur ini dapat menaikkan level kecerahan pada foto sehingga gambar terlihat lebih terang.

Ketika menggunakan Night Mode, pastikan Anda tidak bergerak beberapa saat pada waktu mengambil gambar agar foto tidak blur.

Kelemahan menggunakan Night Mode, akan ada banyak noise pada gambar.

Untuk beberapa flagship Android saat ini rata-rata memiliki teknologi yang mumpuni pada sektor kamera seperti Exmor RS milik Sony Xperia Z yang dapat memotret pada kondisi minim cahaya dengan hasil foto yang cukup terang dan tentunya dengan noise yang sedikit.

3. GUNAKAN TIMER UNTUK MENGHINDARI BLUR

Fitur timer jika diperhatikan sebetulnya memiliki manfaat yang cukup berguna. Fitur tersebut dapat menggantikan peran jari dalam meng-capture foto. Tidak jarang ketika jari bergerak menekan tombol / layar, kamera juga ikut bergerak karena tersentuh dan walhasil gambar menjadi blur.

Dengan memakai timer, Anda cukup berpose serta menahan gerakan hingga count down selesai.

Cukup atur timer selama 3 detik, jangan sampai melebihi itu karena dapat membuat Anda mati gaya.

4. JANGAN GUNAKAN FLASH TERLALU JAUH DARI OBJEK

Pada umumnya flash yang ada pada kamera Android berjenis LED flash. Akan tetapi ada juga beberapa smartphone seperti Galaxy S4 Zoom dan Galaxy K Zoom yang menggunakan Xenon flash.

Kedua jenis flash tersebut tentu lah berbeda. Untuk LED flash, jarak jangkauan amannya hanya sekitar 2 meter. Selebihnya, mungkin obyek yang ingin Anda abadikan tidak nampak. Berbeda dengan Xenon flash yang dapat mengeluarkan cahaya lebih sehingga jarak obyek dengan kamera juga lebih jauh.

Kamera Sony SLT-A77

Kamera Sony SLT-A77

Review Kamera DSLR Sony SLT-A77


Bagi para potografer kamera DSLR ini memang tidak asing lagi, kamera ini memiliki kemampuan serta fitur yang ditawarkan cukup mumpuni, berikut adalah Spesifikasi Kamera DSLR Kamera Sony SLT-A77


Spesifikasi Kamera Sony SLT-A77


General
Camera Type
SLT-A77V : Interchangeable lens digital camera with built-in flash
SLT-A77VM : Interchangeable lens digital camera with built-in flash
SLT-A77VQ : Interchangeable lens digital camera with built-in flash

Lens Used
SLT-A77V : Sony A-mount lens, Minolta and Konica Minolta AF lenses
SLT-A77VM : Sony A-mount lens, Minolta and Konica Minolta AF lenses
SLT-A77VQ : Sony A-mount lens, Minolta and Konica Minolta AF lenses

Image Capture
Sensor
SLT-A77V : 23.5 x 15.6mm (APS-C type), Exmor APS HD CMOS sensor with RGB primary colour filter
SLT-A77VM : 23.5 x 15.6mm (APS-C type), Exmor APS HD CMOS sensor with RGB primary colour filter
SLT-A77VQ : 23.5 x 15.6mm (APS-C type), Exmor APS HD CMOS sensor with RGB primary colour filter

No. of Pixels
SLT-A77V : Total: 24.7 megapixels; Effective: 24.3 megapixels
SLT-A77VM : Total: 24.7 megapixels; Effective: 24.3 megapixels
SLT-A77VQ : Total: 24.7 megapixels; Effective: 24.3 megapixels

Dust Reduction
SLT-A77V : Charge protection coating on low pass filter and image-sensor shift mechanism
SLT-A77VM : Charge protection coating on low pass filter and image-sensor shift mechanism
SLT-A77VQ : Charge protection coating on low pass filter and image-sensor shift mechanism

Sensitivity
SLT-A77V : ISO 100 to 16000 equivalent (expandable to ISO 50), AUTO (ISO 100 to 12800 selectable with upper or lower limit)
SLT-A77VM : Auto, ISO 100 to 16000 (in 1-stop increments, Recommended Exposure Index)
SLT-A77VQ : ISO 100 to 16000 equivalent (expandable to ISO 50), AUTO (ISO 100 to 12800 selectable with upper or lower limit)

Recording (Still Image)
Recording Media
SLT-A77V : Memory Stick Pro Duo, Memory Stick PRO-HG Duo, SD Memory card, SDHC Memory card, SDXC Memory card
SLT-A77VM : Memory Stick Pro Duo, Memory Stick PRO-HG Duo, SD Memory card, SDHC Memory card, SDXC Memory card
SLT-A77VQ : Memory Stick Pro Duo, Memory Stick PRO-HG Duo, SD Memory card, SDHC Memory card, SDXC Memory card

File Format
SLT-A77V : JPEG (DCF2.0, Exif 2.3), RAW (ARW 2.3 format), RAW + JPEG, 3D still image MPO
SLT-A77VM : JPEG (DCF2.0, Exif 2.3), RAW (ARW 2.3 format), RAW + JPEG, 3D still image MPO
SLT-A77VQ : JPEG (DCF2.0, Exif 2.3), RAW (ARW 2.3 format), RAW + JPEG, 3D still image MPO

Image Size (Aspect ratio 3:2)
SLT-A77V : L(24M): 6,000 x 4,000; M(12M): 4,240 x 2,832; S(6M): 3,008 x 2,000
SLT-A77VM : L(24M): 6,000 x 4,000; M(12M): 4,240 x 2,832; S(6M): 3,008 x 2,000
SLT-A77VQ : L(24M): 6,000 x 4,000; M(12M): 4,240 x 2,832; S(6M): 3,008 x 2,000

Image Size (Aspect ratio 16:9)
SLT-A77V : L(20M): 6,000 x 3,376; M(10M): 4,240 x 2,400; S(5.1M): 3,008 x 1,688
SLT-A77VM : L(20M): 6,000 x 3,376; M(10M): 4,240 x 2,400; S(5.1M): 3,008 x 1,688
SLT-A77VQ : L(20M): 6,000 x 3,376; M(10M): 4,240 x 2,400; S(5.1M): 3,008 x 1,688

Sweep Panorama (Wide)
SLT-A77V : Horizontal(23M): 12,416 x 1,856; Vertical(12M): 2,160 x 5,536
SLT-A77VM : Horizontal(23M): 12,416 x 1,856; Vertical(12M): 2,160 x 5,536
SLT-A77VQ : Horizontal(23M): 12,416 x 1,856; Vertical(12M): 2,160 x 5,536

Sweep Panorama (Standard)
SLT-A77V : Horizontal(15M): 8,192 x 1,856; Vertical(8.4M): 2,160 x 3,872
SLT-A77VM : Horizontal(15M): 8,192 x 1,856; Vertical(8.4M): 2,160 x 3,872
SLT-A77VQ : Horizontal(15M): 8,192 x 1,856; Vertical(8.4M): 2,160 x 3,872

3D Sweep Panorama (Wide)
SLT-A77V : (7.7 M): 7,152 x 1,080
SLT-A77VM : (7.7 M): 7,152 x 1,080
SLT-A77VQ : (7.7 M): 7,152 x 1,080

3D Sweep Panorama (Standard)
SLT-A77V : (5.3 M): 4,912 x 1,080; 16:9 (2.1 M): 1,920 x 1,080
SLT-A77VM : (5.3 M): 4,912 x 1,080; 16:9 (2.1 M): 1,920 x 1,080
SLT-A77VQ : (5.3 M): 4,912 x 1,080; 16:9 (2.1 M): 1,920 x 1,080

Colour Modes
SLT-A77V : sRGB, Adobe RGB
SLT-A77VM : sRGB, Adobe RGB
SLT-A77VQ : sRGB, Adobe RGB

Image Quality Modes
SLT-A77V : Standard, Fine, Extra Fine, RAW, RAW+JPEG
SLT-A77VM : Standard, Fine, Extra Fine, RAW, RAW+JPEG
SLT-A77VQ : Standard, Fine, Extra Fine, RAW, RAW+JPEG

Noise Reduction
SLT-A77V : Long Exposure: Available at shutter speeds longer than 1 sec. High ISO: High / Normal / Low
SLT-A77VM : Long Exposure: Available at shutter speeds longer than 1 sec. High ISO: High / Normal / Low
SLT-A77VQ : Long Exposure: Available at shutter speeds longer than 1 sec. High ISO: High / Normal / Low

Picture Effect
SLT-A77V : Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (R, G, B, Y), Soft High-key, High Contrast Monochrome, Toy Camera, Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Monochrome, Miniature
SLT-A77VM : Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (R, G, B, Y), Soft High-key, High Contrast Monochrome, Toy Camera, Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Monochrome, Miniature
SLT-A77VQ : Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (R, G, B, Y), Soft High-key, High Contrast Monochrome, Toy Camera, Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Monochrome, Miniature