Kamis, 26 Februari 2015

Diafragma (en:diaphragm) adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu.

Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang (disebut tingkap) (en:aperture) dimana cahaya akan lewat. Tingkap akan mengembang dan menyempit persis pupil di mata manusia. (wikipedia)

Biasanya saya menggunakan metode diafragma untuk pengambilan gambar dengan mengecilkan memperbesar diafragma F/1.4, F/1.8, F/2, dst. Semakin kecil angka di belakang huruf F,semakin besar bukaan diafragmanya.

Kesimpulan

  • Diafragma
    Semakin besar bukaan diafragma semakin banyak cahaya yang masuk. DOF/ruang ketajaman semakin tipis.
    Semakin kecil bukaan diafragma semakin sedikit cahaya yang masuk. DOF/ruang ketajaman semakin luas.
  • Shutterspeed
    Semakin lambat shutterspeed semakin banyak cahaya yang masuk.
    Semakin cepat shutterspeed semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin cepat kemampuan kamera menangkap objek.
  • ISO
    Semakin rendah ISO semakin sedikit cahaya yang masuk.
    Semakin tinggi ISO semakin banyak cahaya yang masuk. Semakin sensitif sensor menangkap cahaya namun semakin banyak noise yang keluar dalam foto. ISO tinggi hanya digunakan ketika kita dalam kondisi kamera kekurangan cahaya, misalnya malam hari

Pengertian Shuitter Speed

Kecepatan rana (tangkapan kamera) adalah di mana sisi lain dari keajaiban terjadi - itu bertanggung jawab untuk menciptakan efek dramatis dengan baik tindakan pembekuan atau mengaburkan gerak. Pada artikel ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan semua yang saya tahu tentang kecepatan rana (tangkapan kamera)dalam bahasa yang sangat sederhana.

Shutter speed, juga dikenal sebagai "waktu tangkapan kamera", singkatan dari lamanya waktu shutter kamera terbuka untuk mengekspos cahaya ke sensor kamera. Jika kecepatan rana cepat, dapat membantu untuk membekukan tindakan sepenuhnya, seperti yang terlihat pada foto di atas dari lumba-lumba.

Jika kecepatan rana lambat, dapat menciptakan efek yang disebut "motion blur", di mana benda bergerak tampak kabur sepanjang arah gerak. Efek ini digunakan cukup sedikit dalam iklan mobil dan sepeda motor, di mana rasa kecepatan dan gerak dikomunikasikan kepada pemirsa dengan sengaja mengaburkan roda bergerak.

Biasanya saya menggunakan shutter speed untuk mengkolaborasikan cahaya dengan suatu objek dengan istilah lighting painting.

Pengertian ISo

Dalam istilah yang sangat dasar, ISO adalah tingkat sensitivitas kamera terhadap cahaya yang tersedia. Semakin rendah angka ISO, semakin kurang sensitif itu adalah untuk cahaya, sementara sejumlah ISO yang lebih tinggi meningkatkan sensitivitas kamera Anda. Komponen dalam kamera Anda yang dapat mengubah sensitivitas disebut "sensor gambar" atau hanya "sensor".

Ini adalah yang paling penting (dan paling mahal) bagian dari kamera dan bertugas untuk mengumpulkan cahaya dan mengubahnya menjadi gambar.

Dengan meningkatkan sensitivitas, sensor kamera dapat menangkap gambar dalam lingkungan cahaya rendah tanpa harus menggunakan flash. Tapi sensitivitas yang lebih tinggi akan membuat foto menjadi bintik-bintik atau "noise" untuk gambar.

Jadi jika anda menggunakan ISO yang lebih tinggi akan membuat foto anda tampak bintik-bintik, anda dapat menggunakan ISO rendah pada intensitas cahaya yang tinggi. Jika anda menggunakan ISO yang lebih rendah "noise" akan tidak terdeteksi atau tidak tertangkap oleh kamera.

Teknik zooming pada fotografi


Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.

Untuk mendapatkan kesan gerak, Anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian lain.

Efek zooming terbaik akan diperoleh jika background memiliki kontras dan warna yang bervariasi. Besarnya efek zooming yang diperoleh tergantung pada berapa cepat gerakan tangan Anda mengubah fokus pada saat eksposure. Teknik Foto Portrait ini dapat digunakan baik pada siang hari atau pada malam hari/kondisi pencahayaan kurang. Jika pemotretan dilakukan malam hari, Anda dapat memakai waktu pencahayaan lama dan akan memperoleh efek lampu yang membentuk garis-garis panjang cahaya.

Pentingnya Peningkatan Daya Saing Penelitian dalam Menghadapi MEA

ImagePenerapan kerjasama regional kawasan Asia Tenggara, yang sering dikenal dengan sebutan ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), mengharuskan masing-masing negara yang tergabung didalamnya mempersiakan diri untuk bersaing satu sama lain. Pasalnya, penerapan MEA memiliki implikasi pada pembukaan pasar bebas dalam bidang perdagangan barang dan jasa, industri manufaktur, ketenagakerjaan, dll.
Peningkatan daya saing yang paling penting menurut pengamat ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yuli Andriansyah adalah penelitian dan pengembangan sumberdaya manusia. Hal tersebut diungkapkan oleh yang bersangkutan ketika memberikan pendapatnya terkait dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA.
“Karenanya meningkatkan daya saing menjadi kata kunci dalam upaya memaksimalkan keterlibatan Indonesa dalam MEA. Tujuannya tentu saja adalah agar jangan sampai MEA menjadikan penduduk Indonesia sebatas penonton di pinggir lapangan ekonomi kawasan. Salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R & D)”, ungkapnya.
Lebih lanjut pihaknya juga menggambarkan data yang dilansir oleh Scimago Journal Ranking terkait dengan posisi penelitian di Indonesia dibanding negara lain di ASEAN.  Perbandingan penelitian yang dipublikasikan pada jurnal atau seminar terindeks Scopus antara sejumlah negara ASEAN menunjukkan masih lemahnya daya saing peneliti Indonesia. Scopus sendiri merupakan database karya ilmiah bereputasi internasional yang merupakan salah satu rujukan dunia akademik.
Berdasarkan data tersebut, pada awal tahun 1996 posisi penelitian Indonesia hampir sejajar dengan negara lain di ASEAN, namun pada akhir 2013 lalu, Indonesia hanya bisa menempati posisi keempat dibawah Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia baru mampu menghasilkan sekitar seperlima dibandingkan Malaysia, seperempat dari Singapura dan setengah dari yang dihasilkan oleh Thailand.
“Mengapa Indonesia sedemikian tertinggal dibandingkan negara tetangga? Salah satu alasan yang sering digunakan adalah kurangnya sinergi kelembagaan untuk mengakomodasi sumber daya berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah baru yang saat ini telah menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dalam satu kementrian, bisa menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengejar ketertinggalan penelitian ini”, pungkasnya.

Pelajari Cara Kembalikan Kualitas Air, 2 Mahasiswa UII Dikirim ke Jepang

Image
Pencemaran air telah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu, namun kondisi tersebut belum mendapatkan perhatian yang cukup baik dari pemerintah maupun masyarakat secara umum. padahal semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan air bersih maka pencemaran air tersebut menjadi hal serius karena membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat, terlebih lagi dengan semakin berkurangnya persedian air bersih.
Pencemaran yang banyak terjadi hingga saat ini adalah di antaranya yang disebabkan limbah industri. Banyak pabrik yang membuang limbah ke perairan yang menyebabkan banyak masalah yang berhubungan dengan kesehatan, masyarakat semakin sulit mendapatkan akses air bersih. Pencemaran sungai terjadi karena perubahan kualitas air sungai karena masuknya limbah pabrik secara berlebihan. Sedangkan teknologi untuk mengembalikan kualitas air membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Sebagai upaya meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kualitas air, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan                                                                     (FTSP) UII  mengirim 2 mahasiswanya ke Jepang guna mempelajari bagaimana cara mengembalikan kualitas air dengan adsorben dari limbah industri. Kedua mahasiswa tersebut ialah Adam Ikhya Alfarokhi mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Angkatan 2012 dan Anandhitya Rheza Adrian mahasiswa Teknik Lingkungan Angkatan 2011. Dijadwalkan mereka akan berada di Jepang selama tiga minggu dibawah pengawasan Profesor dari Hokkaido University, Jepang.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari MoA yang dimiliki antara FTSP Universitas Islam Indonesia dengan Graduate School of Environmental Science, Hokkaido University. Setiap tahun mahasiswa FTSP UII dikirim untuk menimba ilmu dari pakar-pakar yang ada di Jepang khususnya Hokkaido University.
Dekan FTSP UII Dr. –Ing. Widodo Brontowiyono, M.Sc.,menyampaikan bahwa pengirimam mahasiswa ke Jepang kali ini agar dapat mempelajari bagaimana mengembalikan kualitas air akibat limbah industry dengan biaya yang lebih murah dengan adsorben limbah industri. “Treatment teknologi saat ini sangat mahal, nah mereka ini kesana untuk meneliti bagaimana agar bisa low cost treatment untuk memperbaiki kualitas air yang saat ini sudah sedemikian parah” Ujar Dr, Widodo
Wakil Rektor III UII Dr. Abdul Jamil, SH.,MH.,mengapresiasi program yang diikuti oleh dua mahasiswa FTSP tersebut dan berharap nama baik UII dapat terus di jaga selama mereka berada di Jepang. “Terima kasih atas program-program ini, kami siap mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa karena kami adalah pelayan mahasiswa. Saat ini memang yang paling banyak melakukan program-program semacam ini adalah FTSP dan FTI. Namun kami berharap ke depannya bisa lebih merata ke semua fakultas”. Ujar Dr. Jamil

10 Tips Agar Pocket


  1. Kalau anda menggunakan kamera pocket yang cukup canggih, biasanya disitu ada mode aperture priority, gunakan mode ini. Jika dikamera pocket anda tidak ada mode aperture priority, gunakan mode “Portrait” atau “Macro”.
  2. Natikan flash
  3. Idealnya carilah lokasi dengan cahaya yang cukup terang, outdoor adalah pilihan yang bagus. Kalau terpaksa harus memotret inddor, carilah ruangan dengan banyak jendela dimana cahaya cukup melimpah. Kalau cahaya memang tidak mencukupi pakailah tripod.
  4. Cari subyek foto yang cukup kecil dan memiliki tekstur atau kontras yang cukup sehingga kamera gampang mengunci fokus.
  5. Buat subyek terpisah dari background-nya. Sebagai contoh, saat anda memotret sebuah gelas diatas meja, pastikan obyek lain dibelakang gelas tersebut terpisah agak jauh. Jika jarak background kurang jauh, maka semua akan terlihat tajam difoto sehingga anda tidak menghasilkan bokeh.
  6. Agar bokeh maksimum, carilah background yang memiliki pola mencolok atau memiliki pantulan, misal kaca atau logam. Ini agar bokeh di foto terlihat lebih manis.
  7. Pegang kamera pocket anda sedekat mungkin dengan subyek utama yang anda ingin terlihat tajam.
  8. Kunci fokus pada subyek tersebut, pencet tombol shutter separuh
  9. Ambil foto dan periksa hasilnya di layar LCD, pastikan subyek utama terlihat tajam sementara backgroundnya tampak blur.
  10. Kalau kamera pocket anda memiliki optical zoom, gunakan zoom maksimal. Perhatikan, hanya optical zoom bukan digital zoom.

Rabu, 25 Februari 2015

Tips Fotografi


Beberapa teknik yang dapat diterapkan agar mendapat mood yang kuat pada foto:

1. Menggunakan F/Diafragma besar
Objek yang difoto akan sangat tajam dan tentunya background menjadi out of focus. Nah dari background tersebutlah bisa dibentuk sebuah mood, karena kita tidak mengerti apa latar dari foto tersebut dan imajinasi lah yang bermain disini. Momen terbaik adalah saat backround lebih gelap daripada objek, shadow lebih menonjol daripada available light



2. Low light
Siapa bilang foto low light adalah foto yang gagal ? Low light adalah salah satu teknik pada mood photography. Untuk menangkap objek yang diam, anda dapat menggunakan tripod untuk menghindari shake pada kamera. Sedangkan objek yang bergerak, maka gunakanlah iso yang tinggi. Anda pasti berfikir iso yang tinggi pasti menghasilkan noise. Noise inilah yang menjadi salah satu penguat mood pada foto, seperti grainy di kamera film tua.



3. Color Temperature
White balance sangat mempengaruhi mood seseorang saat menafsirkan suatu foto.



4. Backlight
Teknik backlight sangat disarankan pada pagi hari jam 6-8 dan sore hari 4-6. Karena available light pada jam tersebut sangat lembut dan mudah untuk mengatur angle motret. Foto backlight pastinya sudah tidak asing lagi bagi anda, contohny identik dengan objek manusia di padang ilalang dll.



5. Black and White
Inilah teknik paling umum dan dapat membuat foto menjadi extra moody. Teknik merubah warna menjadi hitam putih pun sangat banyak, sesuai selera anda. Saya sendiri menyukai foto bw dengan soft contrast dan low light. Contoh lainnya warna creamy, sepia, vintage, cross process, dll.

Dr. Ni’matul Huda : Di Indonesia Sekarang Tidak Ada Wasitnya

ImagePusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Tinjauan terhadap Ketetapan MPRS/MPR Menurut Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003 di Jogjakarta Plaza Hotel, Gejayan, Rabu (25/2). FGD difokuskan pada permasalahan terkait dengan korelasi antara Ketentuan Pasal 4 Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003 dengan Pasal 7 (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.
Wakil Rektor I Dr. –Ing. Ilya Fadjar Maharika, M.A.,IAI., dalam sambutannya menyambut gembira atas terselenggaranya FGD tersebut, ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam kemajuan Negara Indonesia. Pemimpin-pemimpin yang dapat mengatur negara dengan akhlak dan perilaku yang baik diharapkan lahir dari perguruan tinggi, khususnya UII. “Peran perguruan tinggi di antaranya adalah memproduksi manusia atau lulusan yang unggul, yang memiliki akhlak yang baik”.  Papar Dr. Ilya.
Dr. Ilya melanjutkan, “Dengan adanya kolaborasi semacam ini juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam memproduksi pengetahuan. FGD ini diikuti oleh peserta yang rata-rata sudah bergelar doktor, sehingga diharapkan akan muncul gagasan-gagasan hebat untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan.” Sebagaimana diketahui bahwa FGD tersebut diikuti oleh sekitar 20 pakar hukum yang ada di UII, dan masing-masing telah menyampaikan berbagai gagasan terkait penguatan kembali MPR RI.
Dr. Ni’matul Huda, S.H.,M.Hum., yang merupakan salah satu pemateri dalam FGD menilai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Perundang-undangan yang tidak mengatur lebih lanjut secara terperinci mengenai ketetapan MPR yang diatur dalam ketentutan Pasal 4 Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003 telah menimbulkan konsekuensi tidak diketahuinya materi muatan serta prosedur pembentukannya dalam pembentukan ketetapan MPR, sehingga perlu untuk dikaji mengenai materi muatan apa yang seharusnya tetap menjadi materi muatan Ketetapan MPR, dan materi muatan mana yang menjadi materi muatan Undang-Undang.
Sebagaimana diketahui bahwa saat ini MPR RI setingkat dengan lembaga negara lainnya, padahal menurut Dr. Ni’mah seharusnya MPR RI levelnya paling tinggi sehingga dapat menjadi wasit. “MPR sederajat itu adalah kekeliruan. Saat ini di Indonesia seolah-olah tidak ada wasitnya, karena MPR levelnya sama dengan Lembaga Negara yang lainny, bahkan terkesan ada persaingan antara MPR dan DPR”. Ujar Dosen Hukum tata Negara FH UII tersebut.
Oleh karena itu, perlu adanya upaya penguatan kembali pada aspek kelembagaan dan juga legal standing produk hukum MPR. Dalam rangka hal tersebut, UII telah menyiapkan langkah-langkah untuk menguatkan kembali MPR RI, hasil dari FGD juga diharapkan dapat menjadi argumentasi dalam amandemen konstitusi “Perlu ada wasit kembali, MPR seharusnya levelnya paling tinggi, sehingga MPR bisa menjadi tempat rakyat untuk meminta pertanggungjawaban.” Tegas Dr. Ni’mah.

Tips Foto Malam Hari

1 : Gunakan file berkualitas bagus

   Jika kalian menginginkan foto malam yang terbaik hendaknya gunakan kualitas gambar yang paling bagus, dan itu berarti dalam format RAW. Dengan menggunakan format RAW, foto kalian akan memiliki ‘informasi’ yang jauh lebih lengkap, dan itu akan memberikan batasan yang lebih luas dalam hal proses pasca pemotretan menggunakan Adobe Camera RAW atau Perangkat lunak pemroses RAW yang lain. RAW memiliki banyak sekali keuntungan ketika digunakan dalam pemotretan malam hari, karena akan memberikan fleksibilitas lebih ketika Sobat ingin merubah atau editting temperatur warna atau meningkatkan serta menurunkan tingkat exposure foto tersebut.

2 : Gunakan Tripod untuk hasil foto lebih tajam

  Memotret di malam hari pastinya berarti akan ada sedikit cahaya dan akan menghasilkanshutter speed lambat, mungkin sekitar 1-30 detik, dan percayalah dengan kecepatan shutter seperti itu akan sulit untuk menghasilkan foto yang bagus dengan hanya memegang kamera tanpa alat bantu. Sobat pasti butuh untuk meletakkan kamera digital pada tripod yang kokoh untuk menghasilkan foto yang tajam. Pastikan tripod kalian diatur dengan pas dan berada diatas bahan yang kuat serta solid. Sering sekali dalam nighti-photography Sobat berakhir pada hasil foto-foto yang tidak tajam, untuk menghindari hal ini, gantung tas kamera kalian di pengait yang berada di bawah tripod (kebanyakan memilikinya). Jangan berpegangan pada tripod ketika memotret, karena sedikit saja getaran pada saat memotret dengan menggunakan shutter-speed lambat akan menghasilkan blur yang tidak kalian inginkan.

3 : Pengaturan untuk Night-Photography

    Memotret dengan mode ‘Manual’ merupakan cara terbaik dalam mengendalikan exposure, kalian bisa memilih aperture kecil paling bagus serta shutter speed lambat untuk night-photography. Mulailah dengan mencari komposisi dan fokus pada jepretan kalian, atur ke aperture atau bukaan kecil sekitar f/16, kemudian atur juga shutter speed yang pas hingga tanda tingkat exposure yang ada di kamera kalian berada di tengah (Exposure Level Indicator). Ambillah beberapa foto dan lakukan review di LCD kamera kalian, tetapi harus diingat bahwa itu adalah exposure yang dianggap tepat oleh kamera, tetapi jika foto kalian terlihat terlalu terang, maka cobalah untuk underexpose sebanyak 1-2 stop sehingga foto tersebut tampak lebih gelap.

4 : Komposisi di malam hari

    Berhati-hatilah mempelajari apa yang ditampilkan di live-view sebelum memotret. Apakah sebagian dari frame tersebut gelap? Apakah area yang dipotret lebih menarik dengan bagian sedikit gelap? terkena cahaya terang atau kaya warna dalam kegelapan? jika demikian, jangan takut untuk zoom-ing ke area photogenic tersebut. zoom menggunakan lensa wide-angle  atau zoom menggunakan kaki kalian, mendekatlah ke subyek foto tersebut.

Tips Foto dengan Android

1. PEGANG SMARTPHONE DENGAN KUAT UNTUK MENGHINDARI GETARAN

Teknik memotret yang paling utama terletak pada cara Anda memegang 'senjata'. Posisikan kaki Anda dengan tegap, buat diri senyaman mungkin.

Dalam hal memegang smartphone dengan kuat (dalam arti tegap tidak bergerak) pengaturan nafas sangat diperlukan. Syukur-syukur bila Anda memiliki tripod khusus smartphone.

2. GUNAKAN FITUR NIGHT MODE UNTUK HASIL YANG BAIK

Fitur Night Mode ada di setiap kamera Android. Fitur ini dapat menaikkan level kecerahan pada foto sehingga gambar terlihat lebih terang.

Ketika menggunakan Night Mode, pastikan Anda tidak bergerak beberapa saat pada waktu mengambil gambar agar foto tidak blur.

Kelemahan menggunakan Night Mode, akan ada banyak noise pada gambar.

Untuk beberapa flagship Android saat ini rata-rata memiliki teknologi yang mumpuni pada sektor kamera seperti Exmor RS milik Sony Xperia Z yang dapat memotret pada kondisi minim cahaya dengan hasil foto yang cukup terang dan tentunya dengan noise yang sedikit.

3. GUNAKAN TIMER UNTUK MENGHINDARI BLUR

Fitur timer jika diperhatikan sebetulnya memiliki manfaat yang cukup berguna. Fitur tersebut dapat menggantikan peran jari dalam meng-capture foto. Tidak jarang ketika jari bergerak menekan tombol / layar, kamera juga ikut bergerak karena tersentuh dan walhasil gambar menjadi blur.

Dengan memakai timer, Anda cukup berpose serta menahan gerakan hingga count down selesai.

Cukup atur timer selama 3 detik, jangan sampai melebihi itu karena dapat membuat Anda mati gaya.

4. JANGAN GUNAKAN FLASH TERLALU JAUH DARI OBJEK

Pada umumnya flash yang ada pada kamera Android berjenis LED flash. Akan tetapi ada juga beberapa smartphone seperti Galaxy S4 Zoom dan Galaxy K Zoom yang menggunakan Xenon flash.

Kedua jenis flash tersebut tentu lah berbeda. Untuk LED flash, jarak jangkauan amannya hanya sekitar 2 meter. Selebihnya, mungkin obyek yang ingin Anda abadikan tidak nampak. Berbeda dengan Xenon flash yang dapat mengeluarkan cahaya lebih sehingga jarak obyek dengan kamera juga lebih jauh.

Kamera Sony SLT-A77

Kamera Sony SLT-A77

Review Kamera DSLR Sony SLT-A77


Bagi para potografer kamera DSLR ini memang tidak asing lagi, kamera ini memiliki kemampuan serta fitur yang ditawarkan cukup mumpuni, berikut adalah Spesifikasi Kamera DSLR Kamera Sony SLT-A77


Spesifikasi Kamera Sony SLT-A77


General
Camera Type
SLT-A77V : Interchangeable lens digital camera with built-in flash
SLT-A77VM : Interchangeable lens digital camera with built-in flash
SLT-A77VQ : Interchangeable lens digital camera with built-in flash

Lens Used
SLT-A77V : Sony A-mount lens, Minolta and Konica Minolta AF lenses
SLT-A77VM : Sony A-mount lens, Minolta and Konica Minolta AF lenses
SLT-A77VQ : Sony A-mount lens, Minolta and Konica Minolta AF lenses

Image Capture
Sensor
SLT-A77V : 23.5 x 15.6mm (APS-C type), Exmor APS HD CMOS sensor with RGB primary colour filter
SLT-A77VM : 23.5 x 15.6mm (APS-C type), Exmor APS HD CMOS sensor with RGB primary colour filter
SLT-A77VQ : 23.5 x 15.6mm (APS-C type), Exmor APS HD CMOS sensor with RGB primary colour filter

No. of Pixels
SLT-A77V : Total: 24.7 megapixels; Effective: 24.3 megapixels
SLT-A77VM : Total: 24.7 megapixels; Effective: 24.3 megapixels
SLT-A77VQ : Total: 24.7 megapixels; Effective: 24.3 megapixels

Dust Reduction
SLT-A77V : Charge protection coating on low pass filter and image-sensor shift mechanism
SLT-A77VM : Charge protection coating on low pass filter and image-sensor shift mechanism
SLT-A77VQ : Charge protection coating on low pass filter and image-sensor shift mechanism

Sensitivity
SLT-A77V : ISO 100 to 16000 equivalent (expandable to ISO 50), AUTO (ISO 100 to 12800 selectable with upper or lower limit)
SLT-A77VM : Auto, ISO 100 to 16000 (in 1-stop increments, Recommended Exposure Index)
SLT-A77VQ : ISO 100 to 16000 equivalent (expandable to ISO 50), AUTO (ISO 100 to 12800 selectable with upper or lower limit)

Recording (Still Image)
Recording Media
SLT-A77V : Memory Stick Pro Duo, Memory Stick PRO-HG Duo, SD Memory card, SDHC Memory card, SDXC Memory card
SLT-A77VM : Memory Stick Pro Duo, Memory Stick PRO-HG Duo, SD Memory card, SDHC Memory card, SDXC Memory card
SLT-A77VQ : Memory Stick Pro Duo, Memory Stick PRO-HG Duo, SD Memory card, SDHC Memory card, SDXC Memory card

File Format
SLT-A77V : JPEG (DCF2.0, Exif 2.3), RAW (ARW 2.3 format), RAW + JPEG, 3D still image MPO
SLT-A77VM : JPEG (DCF2.0, Exif 2.3), RAW (ARW 2.3 format), RAW + JPEG, 3D still image MPO
SLT-A77VQ : JPEG (DCF2.0, Exif 2.3), RAW (ARW 2.3 format), RAW + JPEG, 3D still image MPO

Image Size (Aspect ratio 3:2)
SLT-A77V : L(24M): 6,000 x 4,000; M(12M): 4,240 x 2,832; S(6M): 3,008 x 2,000
SLT-A77VM : L(24M): 6,000 x 4,000; M(12M): 4,240 x 2,832; S(6M): 3,008 x 2,000
SLT-A77VQ : L(24M): 6,000 x 4,000; M(12M): 4,240 x 2,832; S(6M): 3,008 x 2,000

Image Size (Aspect ratio 16:9)
SLT-A77V : L(20M): 6,000 x 3,376; M(10M): 4,240 x 2,400; S(5.1M): 3,008 x 1,688
SLT-A77VM : L(20M): 6,000 x 3,376; M(10M): 4,240 x 2,400; S(5.1M): 3,008 x 1,688
SLT-A77VQ : L(20M): 6,000 x 3,376; M(10M): 4,240 x 2,400; S(5.1M): 3,008 x 1,688

Sweep Panorama (Wide)
SLT-A77V : Horizontal(23M): 12,416 x 1,856; Vertical(12M): 2,160 x 5,536
SLT-A77VM : Horizontal(23M): 12,416 x 1,856; Vertical(12M): 2,160 x 5,536
SLT-A77VQ : Horizontal(23M): 12,416 x 1,856; Vertical(12M): 2,160 x 5,536

Sweep Panorama (Standard)
SLT-A77V : Horizontal(15M): 8,192 x 1,856; Vertical(8.4M): 2,160 x 3,872
SLT-A77VM : Horizontal(15M): 8,192 x 1,856; Vertical(8.4M): 2,160 x 3,872
SLT-A77VQ : Horizontal(15M): 8,192 x 1,856; Vertical(8.4M): 2,160 x 3,872

3D Sweep Panorama (Wide)
SLT-A77V : (7.7 M): 7,152 x 1,080
SLT-A77VM : (7.7 M): 7,152 x 1,080
SLT-A77VQ : (7.7 M): 7,152 x 1,080

3D Sweep Panorama (Standard)
SLT-A77V : (5.3 M): 4,912 x 1,080; 16:9 (2.1 M): 1,920 x 1,080
SLT-A77VM : (5.3 M): 4,912 x 1,080; 16:9 (2.1 M): 1,920 x 1,080
SLT-A77VQ : (5.3 M): 4,912 x 1,080; 16:9 (2.1 M): 1,920 x 1,080

Colour Modes
SLT-A77V : sRGB, Adobe RGB
SLT-A77VM : sRGB, Adobe RGB
SLT-A77VQ : sRGB, Adobe RGB

Image Quality Modes
SLT-A77V : Standard, Fine, Extra Fine, RAW, RAW+JPEG
SLT-A77VM : Standard, Fine, Extra Fine, RAW, RAW+JPEG
SLT-A77VQ : Standard, Fine, Extra Fine, RAW, RAW+JPEG

Noise Reduction
SLT-A77V : Long Exposure: Available at shutter speeds longer than 1 sec. High ISO: High / Normal / Low
SLT-A77VM : Long Exposure: Available at shutter speeds longer than 1 sec. High ISO: High / Normal / Low
SLT-A77VQ : Long Exposure: Available at shutter speeds longer than 1 sec. High ISO: High / Normal / Low

Picture Effect
SLT-A77V : Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (R, G, B, Y), Soft High-key, High Contrast Monochrome, Toy Camera, Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Monochrome, Miniature
SLT-A77VM : Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (R, G, B, Y), Soft High-key, High Contrast Monochrome, Toy Camera, Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Monochrome, Miniature
SLT-A77VQ : Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (R, G, B, Y), Soft High-key, High Contrast Monochrome, Toy Camera, Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Monochrome, Miniature

Selasa, 24 Februari 2015

Spesifikasi Kamera Canon Powershot SX500 IS

Spesifikasi Kamera Canon Powershot SX500 IS
  • Ukuran (p x l x t) 10.4 cm x 6.95 cm x 8 cm
  • Berat (kg) 0.341
  • Warna Hitam
  • Tipe Canon PowerShot SX500 IS
  • Ukuran Layar (in) 3
  • Zoom Optik 30
  • Megapiksel 16
  • Fitur HD Recording, Image Stabilization, Wide Angle
  • Garansi produk 1 Tahun Garansi (Spare-part dan Servis)
  • Input USB
  • Output Composite Video, USB, HDMI
  • Resolusi Layar 461k dots
  • Tipe Baterai Li-Ion
  • Format Foto JPEG
  • Ukuran File Foto 4608×2592
  • Format Video MOV
  • Video HD Ya
  • Resolusi Video 1280 x 720
  • Focal Length 24 – 720 m
  • Image Stabilization Ya
  • Range Aperture Lensa f/3.4-5.8
  • Zoom Digital 4x
  • ISO Range 100-1600
  • Range Shutter Speed 1-1/1600 s
  • Built in Flash Ya
  • Tipe Memory Card SD/SDHC/SDXC
  • HDMI Port Ya
  • Tipe Layar TFT

Tips Pengambilan Foto Malam Hari

1. Penentuan Lokasi
pilihlah lokasi dengan sudut terbaik, cari cahaya dan ikon arsitektur yang terbaik. Beberapa tempat tersebut diantaranya yaitu dari atas gedung, persimpangan jalan didekat icon lokasi, icon bersejarah, gedung atau bangunan yang banyak di terangi cahaya.

2. Gunakan Format RAW
Format RAW mengandung banyak informasi yang dapat di olah dengan leluasa oleh perangkat lunak lainnya dan juga white balance mudah untuk di rubah.

3. Gunakan Selalu Tripod
pastiakan tripod pada kamera anda sudah di atur dengan benar dan dapat berdiri dengan stabil. Gantunglah tas tripod di bagian bawah tripod untuk menambah berat, dan usahakan tas tripod tidak anda pegang ketika sedang mengambil foto dengan kecepatan shuter lambat.

4.Memotret Gemerlap Cahaya
Untuk memotret gemerlap cahaya menggunakan aperture f/16. Foreground dan background tajam begitu pula cahaya akan terlihat gemerlap. Jangan lupa untuk mengkomposisikan objek anda, tetap berpacuan pada rule of third seperti saat anda ingin foto landscape.

5. Menggunakan Lensa Wide Angle
Lensa wide angle atau sering disebut lensa lebar digunakan agar mendapatkan pemandangan, cahaya, serta warna lebih banyak pada foto. Lensa lebar juga berarti depth of field yang lebih lebar sehingga anda mendapatkan foto yang tajam dari foreground hingga background.

6. Mode Manual
Untuk menentukan mode exposure yang diinginkan maka gunakanalah mode manual pada kamera slr Canon. Anda dapat menentukan aperture dan kecepatan shutter seuai kehendak. Selalu awali melakukan komposisi pada objek lalu mengunci fokus. Atur aperture kecil f 1/16. Tentukan shutter hingga penanda exposure level indicator (0). Jika foto terlalu terang turunkan exposure 1 hingga 2 stop sehingga foto agak gelap.

7. Gunakan Sweet Spot
Pada lensa wide angle umumnya sweet spot antara f/8 dan f/16. Ambil beberapa foto pada rentang aperture tersebut untuk memastikan. Perlu diingat saat anda memilih lensa kamera yang mahal bukan berarti kualitas bagus saat menggunakan aperture paling lebar.

8. Jangan Menggunakan Shutter
Ketika menggunakan shutter lambat, menekan tombol shutter bisa mengakibatkan foto menjadi kabur/tidak fokus.

9. Aktifkan Mirror Lock-Up
Untuk mencegah getaran yang memyababkan kemera bergetar termasuk cerminya. Aktifkan Mirror Lock-Up pada menu Custom Function.

10. White Balance
Auto balance pada kamera canon dslr bisa mudah tertipu saat mengambil warna yang salah, jika digunakan untuk mengambil foto dengan pencahayaan lampu jalanan. Untuk memastikan hasil terbaik dan konsisten, coba cloudy (6000K) untuk membuat warna foto sedikit hangat atau lebih jingga. Anda juga bisa memlih Tungsten (3200K) untuk membuat warna foto sedikit dingin dan terlihat kebiru-biruan.

11. Pengaturan ISO
Jika ingin mengambil foto pemandangan kota dengan exposure lambat dan menggunakan tripod maka gunakan ISO 100 karena anda tidak butuh kecepatan shutter cepat. ISO 100 juga memastikan noise yang sedikit sehingga cocok untuk mengambil banyak detail. Jika anda ingin mengambil foto aksi tidak mungkin anda menggunakan tripod, mau tidak mau anda harus memaksimalkan ISO (ISO 1000- 1600) untuk mematikan anda mendapatkan shuttr speed yang dibutuhkan untuk membekukan gerakan objek.

Cara Mengatur Kamera DSLR

1. Gunakan Selalu Format RAW
Karena gambar yang di hasilkan oleh format RAW menampilkan rentang totol warna paling lengkap, fleksibilitas pada saat pengeditan. Ukuran yang di hasilkan oleh format RAW lebih besar , tetapi kualitas foto yang di hasilkan dapat memuaskan. Apalagi anda juga bisa mengoptimalkan hasil foto anda dengan mengtur kontras, saturasi, ketajaman, dan eksposure selum anda mengconvert untuk menyimpan ke dalam bentuk JPEG atau TIFF.

2. Jika Menggunakan JPEG
Jika anda menggunakan format JPEG pastikan anda memilih format JPEG kualitas 'LARGE' pada menu quality. Format JPEG sering di pakai katika mengambil foto dengan mode continous karena anda bisa mengambil lebih banyak foto.

3. Live View
Live View merupakan tempat anda melihat pada yang oleh kamera. Secara default fitur ini di matikan dan anda bisa menghidupkan fitur ini di bagian Live View Function Setting. Live View berguna pada saat anda melakukan pengambilan foto, khususnya pada saat anda menggunakan tripod. untuk menyalakan dan mematiakan Live View mengunakan tombol set.

4. Cobalah sRAW
Fitur ini biasanya digunakan pada saat anda ingin cepat-cepat memilih foto di komputer atau anda ingin segera mengirimkan foto lewat email. sRAW adalah fitur untuk menyimpan dalam dua format sekaligus yaitu RAW dan JPEG. Kualitar yang di hasilkan oleh sRAW hampir sama dengan kualitas yang di hasilkan RAW, tetapi resolusi dan kualitas tidak sama.

5. Selalu Perbarui Firmwere
Agar kemera anda selalu berada pada ferforma terbaik, anda harus selalu memeriksa firmwere terakhir yang tersedia. Lihat dulu versi yang sekarang digunakan pada kamera anda. Kemudian periksa versi terakhir di situs www.canon.com/eos-d, lalu perbarui versinya dan firmwere diinstal ke kamera lewat kartu memori.

6. Mengatur Diopter
Bagi anda yang berkacamata terkadang membidik objek foto tidak fokus. Diopter sangat berguna untuk mengontrol titik optik di dalamnya. Putar sambil membidik dan berhenti memutar gambar saat terlihat jelas. Diopter merupakan tombol puter kecil di pojok kanan atas viewfinder. Pada kamera slr canon umunya terdapat diopeter yang fungsinya agar bidikan menjadi lebih jelas yang dapat diatur sesuai dengan mata anda.

7. Nyalakan LCD pada Tempat Gelap
Ketika anda mengambil foto pada tempat gelap. Nyalakan LCD jika anda kesulitan melihat settingan bodi kemera. Setting akan di tampilkan di LCD kamera anda setelah tombol Disp atau Info di tekan, sesuai dengan junis kamera Canon EOS yang anda gunakan.

8. Ambil Foto Lebih Banyak
Jika pada saat anda mengambil foto dan ruang kartu memori anda akan segera habis habis, gunakan format JPEG dengan kualitas large paling tinggi untuk menghemat ruang kartu memori anda.

9. Matikan Suara
kalau anda terganggu dengan suara notifikasi auto fokus, anda dapat mematikan atau memilih bunyi beeb pada menu diatur menyala.

10. Kembali ke Pengaturan Default
Jika anda ingin kembali lagi ke pengaturan awal / default. Gunakan clear all camera setting. Kamera anda akan kembali lagi ke pengaturan awal seperti kamera baru saat anda baru saja membelinya.