Minggu, 22 Februari 2015

Standardisasi Lab Nasional Kuatkan Daya Saing Produk Indonesia dalam Perdagangan Global

Image
Era pasar bebas yang telah lama menyentuh bidang perdagangan mewajibkan negara-negara di dunia untuk mengikuti standar-standar produk yang diatur dalam ketentuan perdagangan internasional. Sebuah produk yang telah diuji kelayakan dan kualitasnya sesuai dengan standar global akan mudah diterima oleh pasar di negara-negara lain. Keberadaan laboratorium di Indonesia yang telah terakreditasi ISO 17025 oleh lembaga akreditasi yang berwenang, pada dasarnya turut mempermudah produk-produk nasional yang diuji di lab tersebut mendapatkan kredibilitas secara internasional. Sebab ISO 17025 merupakan pengakuan atas sistem penjaminan mutu dan kualitas parameter pengujian di sebuah lab yang tidak hanya berlaku di tingkat nasional namun juga global. Oleh karenanya, upaya untuk meningkatkan standardisasi lab nasional turut memperkuat daya saing produk perdagangan Indonesia dalam perdagangan global.
Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional Indonesia, Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc ketika berbicara dalam seminar peresmian LPOMK UII yang berlangsung di Auditorium Kahar Muzakkir UII, Rabu (18/2). Menurutnya, jika Indonesia ingin berjaya di era perdagangan bebas maka standardisasi produk nasional mutlak untuk terus digalakkan, termasuk dengan mendorong lab-lab di perguruan tinggi agar meraih sertifikasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional. UII sendiri termasuk PT yang dinilainya progresif dalam mendorong kemajuan lab-labnya sehingga saat ini 4 lab di UII telah mengantongi akreditasi ISO 17025 dari KAN.
“Sekarang kan sudah jamannya pasar bebas, kita tidak dapat lagi berlindung di balik tarif perdagangan, kebijakan kuota, atau kebijakan poteksi lainnya. Satu-satunya jalan untuk memajukan produk nasional kita di kancah global adalah dengan meningkatkan cakupan standardisasi bagi produk-produk kita di segala lini”, ujarnya.
Ia membeberkan di tingkat nasional telah terdapat 874 lab terakreditasi ISO 17025 di mana 25 di antaranya merupakan lab yang dimiliki oleh perguruan tinggi. Dari sinilah, ia berpendapat jika PT sejatinya dapat memainkan peranan penting dalam mendorong hal itu. “Lab-lab terakreditasi yang ada di PT diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kalangan industri dan pengusaha yang produknya membutuhkan pengujian. PT juga dapat memberikan sosialisasi agar masyarakat menyadari pentingnya standardisasi”, tegasnya.
Kepada LPOMK UII yang baru menerima sertifikat ISO 17025, ia berpesan agar pengelola lab dapat mempertahankan capaian ini. Pengelola lab harus memiliki kesadaran berpikir untuk menjaga kualitas layanan dan merawat peralatan-peralatan penting yang ada di lab sehingga lab dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi segenap penggunanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar