Citra UII yang kuat di tengah masyarakat tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya tanpa peran yang nyata dari para alumninya. Alumni UII yang kini tersebar di berbagai bidang lapangan kerja, turut membesarkan nama UII dengan karya dan dedikasi yang mereka tunjukkan di bidangnya masing-masing. Tidak hanya itu, nilai-nilai yang dulu pernah mereka pelajari juga diterapkan di dalam dunia kerja sehingga memperkuat kesan alumni UII di mata para koleganya. Meski telah lulus dari kampus, nyatanya para alumni UII masih merasa memiliki ikatan dengan kampus yang pernah membesarkannya. Buktinya manakala mereka diminta menjadi pembicara di kampus UII, mereka dengan senang hati memenuhi undangan tersebut.
Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh Ir. Eman Surachman, M.Tech., M.Eng yang merupakan alumni Prodi Teknik Sipil UII tahun 1986. Pria yang kini menjabat sebagai President Director PT. Waskita Sangir Energi (WSE) ini pada Jum’at (20/2) membagikan pengalamannya kepada para mahasiswa UII yang hadir di Auditorium FTSP UII. Dengan pembawaan yang santai, Ir. Surachman menjelaskan tentang tantangan globalisasi yang kini melanda sektor jasa konstruksi. Ia juga menceritakan pengalamannya menerapkan nilai-nilai UII di dunia kerja.
Ir. Surachman mengatakan saat ini sektor jasa konstruksi tidak lagi menjadi bisnis di dalam negeri yang menangani proyek-proyek lokal namun telah merambah proyek-proyek pembangunan di negara lain. Sebagai contoh, perusahaan kontraktor BUMN asal Indonesia yang dipimpinnya memiliki kantor perwakilan di negara-negara Timur Tengah dan mengerjakan beberapa proyek konstruksi di negara-negara tersebut.
“Oleh karena itu, kita selalu membutuhkan sumber daya manusia yakni para engineer muda yang memiliki kecakapan skill, kompetensi, dan integritas yang mau bekerja keras. Pertanyaannya, seberapa siapkah para lulusan UII dalam menyambut peluang ini”, ujarnya menyemangati. Ia berpendapat lulusan UII harus punya prinsip percaya diri dan percaya pada kemampuannya yang tidak kalah jika disandingkan dengan lulusan-lulusan dari perguruan tinggi lain. Kunci sukses menurutnya terletak pada tiga k, yakni kemauan, kemampuan, dan kesempatan. Jika pandai mengelola ketiga hal itu, maka sukses pun akan mengikuti.
Terkait dengan pengalamannya menerapkan nilai UII, ia bercerita jika ia sering diminta menangani dan memimpin urusan-urusan keagamaan yang ada di lingkungan di sekitarnya. “Awal penunjukan saya sebagai kepala cabang di Dubai adalah karena latar belakang saya yang pernah berkuliah di UII yang notabene adalah kampus Islam”, ujar pria yang menyelesaikan pendidikan di berbagai negara ini.
Selanjutnya ia sangat menekankan agar lulusan UII mampu mengamalkan ilmunya dalam hal-hal yang baik. “Jangan setelah jadi orang pintar lantas korupsi dan menyalahgunakan wewenang. Ini bukan karakter alumni UII”, katanya.
Ketua Prodi Teknik Sipi UII, Miftahul Fauziah, ST, MT, Ph.D menyambut baik kunjungan alumni UII ke kampusnya. “Kita berharap apa yang dibagikan pada hari ini dapat menginspirasi adik-adik mahasiswa. Seperti Ir. Surachman yang telah mengglobal, Teknik Sipil UII juga tengah mengupayakan untuk memperoleh pengakuan global dengan akreditasi internasional”, katanya.
Melalui diskusi yang digelar pada sesi kedua hari ini (20/2), FTSP berencana untuk membentuk prodi baru di S1, namun sampai dengan saat ini masih belum memiliki gambaran yang spesifik mengenai hal tersebut. Maka dari itu, Widodo menyampaikan bahwa, kehadiran salah satu alumni yang sudah berkecimpung didunia kerja seperti Surachman ini sangat dibutuhkan, yaitu untuk memberikan gambaran riil tentang kebutuhan permintaan perusahaan terhadap instansi pendidikan yang bersangkutan.
Pada pemaparan materinya, Surahman mengatakan bahwa saat ini perusahan-perusahaan di Indonesia masih sangat sulit menemukan universitas yang menyediakan program studi Quantity Surveyor, dimana salah satu disiplin ilmunya adalah untuk menyusun dan mengakomodir kontrak-kontrak internasional. “Saat ini kami masih mengandalkan tenaga kerja dari negara lain untuk bidang ini”, ungkapnya.
“Selain itu program studi lain yang kemungkinan bisa dijadikan rujukan untuk membuka prodi baru di FTSP adalah Powerplant dan Jaringan Kelistrikan” tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar