Minggu, 22 Februari 2015

Asah Skill Kepemimpinan, Mahasiswa UII Bergabung dalam Duta Muda AIESEC

Dalam dunia global yang semakin kompetitif, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut cakap dalam menguasai kemampuan-kemampuan teknis dan wawasan keilmuwan yang sesuai dengan bidang yang digelutinya. Lebih dari itu, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki skill tambahan yang sangat berguna, seperti kepemimpinan. Skill kepemimpinan menjadi penting karena mahasiswa di samping akan berkiprah sebagai profesional di dunia kerja juga memiliki tanggungjawab sosial kepada masyarakat. Dengan demikian, skill ini hendaknya diasah sejak dini melalui berbagai kegiatan positif yang ada di kampus.
Mahasiswa UII sejak lama didorong untuk aktif dalam mengembangkan skill leadership baik melalui kegiatan internal kampus maupun kegiatan eksternal kampus yang aktif mereka geluti. Seperti salah satunya dengan bergabung dalam organisasi pelajar internasional yang banyak menawarkan kegiatan pengembangan skill kepemimpinan dan pengalaman-pengalaman menarik. Seorang mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII belum lama ini terpilih sebagai duta muda AIESEC. AIESEC merupakan sebuah organisasi non-profit non-pemerintah yang menyediakan pengembangan skill kepemimpinan bagi kaum muda dan pertukaran pelajar internasional lintas negara. Organisasi ini memiliki kantor pusat di Rotterdam, Belanda.
Disampaikan oleh Muhammad Mukhlas, mahasiswa PBI UII peraih kesempatan tersebut bahwa program Youth Ambassador AIESEC adalah program yang menawarkan kesempatan bagi kaum muda untuk mengembangkan skill kepemimpinan dan kewirausahaan yang bertanggungjawab. “Seorang duta muda akan mengikuti pemagangan selama 6-12 minggu di negara yang ditentukan pihak AIESEC. Di sana dia akan mempelajari pengalaman budaya sembari bekerja di sebuah proyek sosial berdampak positif bagi masyarakat lokal yang telah dirancang bersama organisasi non pemerintah”, katanya. Jika tidak ada aral melintang, ia berharap dapat mengikuti Spring Ambassador Fair AIESEC bersama para delegasi lainnya. 
Mukhlas menuturkan awal ketertarikannya mengikuti seleksi AIESEC berawal dari ketika ia mempelajari latar belakang organisasi itu yang ternyata memberi banyak manfaat positif bagi anggotanya. “AIESEC ini memberikan wadah untuk mengasah potensi leadership serta memperluas wawasan dengan pemuda internasional dari berbagai macam latar belakang etnik dan budaya. Maka, ini akan menjadi ilmu pengetahuan baru yang menarik untuk dipelajari”, tambahnya.
Selanjutnya, untuk mempersiapkan diri sebagai duta muda, ia mengaku fokus mendalami hal-hal tentang pendidikan dan budaya. “Ketika ada diskusi saya ingin membagikan pengetahuan tentang sistem pendidikan pesantren di Indonesia dan dengan senang hati saya akan berbagi tentang budaya Indonesia, mulai dari tradisi, permainan tradisional, hingga kesenian musik Indonesia”, ujarnya.
Kepada mahasiswa UII lainnya, ia juga ingin memberi motivasi, “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang memberikan banyak manfaat untuk diri kita dan orang lain, beranikan langkah untuk setiap kebaikan yang kita lakukan”, pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar