Senin, 23 Februari 2015

Psikolog Lulusan UII Diharap Berperan Redakan Tingkat Kecemasan di Masyarakat

Image
Semakin kompleksnya kehidupan manusia yang terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan jaman, tidak dipungkiri telah memberikan dampak psikologis kepada masyarakat. Tingginya kebutuhan hidup, tuntutan ekonomi yang semakin menghimpit, dan kompleksnya permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari cenderung menggiring masyarakat pada kondisi tertekan. Hal ini jika tidak mendapat perhatian akan menimbulkan masalah sosial akibat stres yang tinggi, seperti kerusuhan antarwarga, emosi masyarakat yang meletup-letup, dan termasuk angka kejadian bunuh diri yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kalangan profesional yang erat dengan hal ini yaitu psikolog diharapkan berperan meredakan tingkat kecemasan yang dialami masyarakat tersebut.
Seperti dikatakan oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc di hadapan para psikolog baru UII yang baru saja mengikuti prosesi sumpah profesi psikolog di Auditorium FPSB UII, Sabtu siang (21/2). Pada kesempatan kali ini, Program Magister Psikologi Profesi UII menyelenggarakan sumpah profesi psikolog periode XXII yang diikuti oleh tujuh lulusan.
Dr. Harsoyo berpesan bahwa keikutsertaan psikolog UII dalam membantu masyarakat adalah bentuk pengabdian yang memiliki dimensi ibadah kepada Allah SWT. “Seperti diajarkan oleh agama kita, dedikasi kita pada profesi juga dapat bernilai ibadah jika kita niatkan demikian”, pesannya. Ia menilai saat ini jumlah psikolog yang ada masih belum sebanding dengan populasi penduduk Indonesia. Apalagi jika berkaca pada tingkat stres dan masalah yang terus bertambah sehingga terdapat peluang yang dapat diambil perannya oleh para psikolog.
Sedangkan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Drs. Helly Prajitno Soetjipto, MA., lebih menekankan pada aspek filosofis dari sumpah profesi yang diucapkan lulusan. “Sumpah profesi merupakan ikrar kita di hadapan Tuhan untuk selalu menjunjung profesionalitas dan integritas dalam menekuni profesi. Ini tentunya membawa konsekuensi yang tidak ringan karena kita berjanji langsung kepada Allah SWT”, tegasnya. Ia juga meminta agar para lulusan terbuka mempelajari keilmuan lain yang terkadang sering bersinggungan dengan profesinya, seperti salah satunya ilmu hukum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar